Pengertian Riset Operasi


Riset operasi adalah aplikasi metode-metode, teknik-teknik dan peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul dalam operasi perusahaan dengan tujuan menemukan pemecahan yang optimal. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali menjumpai masalah-masalah dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

pic by unsplash
Dalam penyelesaiannya diharapkan mendapat hasil yang optimal. Namun dalam prosesnya, terdapat kendala-kendala yang dihadapi, salah satunya yaitu sumber daya yang dimiliki terbatas, sehingga untuk mencapai hasil yang optimal, dibutuhkan metode atau cara tertentu. Kumpulan metode atau cara untuk menyelesaikan masalah tersebut disebut dengan riset operasi. Dengan riset operasi, bagaimana tugas dapat dilakukan dengan tujuan agar diperoleh hasil yang optimal dengan mempertimbangan keterbatasan sumber daya yang ada.

A. Sejarah Singkat Riset Operasi


Sepanjang catatan sejarah, para ilmuwan dan insinyur selalu terlibat dalam kegiatan militer. Salah satu contohnya dalam sejarah kuno terjadi pada tahun 212 SM, yaitu ketika kota Syracuse meminta Archimedes untuk mengupayakan alat penghancur kepungan armada laut Romawi.

Konsep riset operasi dalam dunia militer berkembang di kedua sisi samudra Atlantik selama perang dunia I. Dalam tahun 1914 – 1915 M, FW Lanchester di Inggris mencoba merumuskan operasi militer secara kuantitatif dengan menurunkan persamaan-persamaan yang menunjukkan hubungan relatif antara hasil perang dengan kekuatan pertempuran dan kekuatan senjata mereka.

Selama periode tersebut, Thomas Alva Edison di Amerika Serikat sedang mempelajari proses perang anti kapal selam. Ia mengumpulkan data-data yang digunakan untuk menganalisis gerakan agar kapal laut mampu menenggelamkan dan menghancurkan kapal selam. Ia merancang suatu permainan perang sebagai simulasi persoalan pergerakan yang berhubungan dengan lautan. Ia bahkan menganalisis taktik zig-zag dari kapal-kapal dagang dalam menghindari kapal selam.

Dalam bidang ekonomi, model dan ukuran persediaan ekonomis pertama kali dipublikasikan oleh Ford W. Harris pada tahun 1915 M. Pada tahun 1917 M, formula waktu menunggu yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip statistik diterbitkan oleh A.K. Erlang, seorang ahli matematika Denmark yang bekerja di sebuah perusahaan telepon di Kopenhagen.

Pada tahun 1924 M, Walter Shewhart pertama kali memperkenalkan pengguanaan statistik inferensi, yaitu konsep bagan pengawasan kualitas. Penggunaan statistika inferensi dan teori probabilitas ditopang oleh karya-karya H.F Dodge dan H.G Romig, rekan Shewhart di laboratorium Bll Telephone. Mereka mengembangkan teknik pemeriksaan sampling dalam hubungannya dengan pengawasan kualitas, dan mempublikasikan statistik tabel sampling.

Pada tahun 1928 M, insinyur lain pada laboratorium Bell, T.C Fry, juga memberi kontribusi berarti terhadap dasar-dasar teori antrian. Ia mulai mengupas penggunaan teknik probabilitas sebagai dasar pemahaman teori antrian.

Perkembangan dan penerapan riset operasi begitu cepat dalam bidang-bidang penting, mulai dari proyek sistem radar peringatan dini, proyek meriam anti pesawat, perumusan strategi perang kapal selam, strategi pertahanan sipil, perumusan ukuran iringan keadaraan, dan strategi pengeboman. Pada tahun 1940 – 1942 M, James B Conant dan Vannevar Bush, merintis pengembangan riset operasi.

Pada tahun 1947 M, George B. Dantzig mengembangkan pemecahan simpleks untuk persoalan program linier yang sebelumnya dirintis oleh Leontieff. Dalam tahun 1958 M, rintisan sebagian besar dasar-dasar konsep jaringan kerja, dikerjakan oleh Kantor Proyek Khusus Angkatan Laut dengan bantuan Booz, Allen, dan Hamilton, konsultan bisnis terkemuka.

B. Definisi Riset Operasi


Pengertian riset operasi telah banyak didefinisikan oleh beberapa ahli, diantaranya:

1. Morse dan Kimball mendefinisikan riset operasi sebagai suatu metode ilmiah yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang ditangani secara kuantitatif.

2. Churchman, Arkoff, dan Arnoff pada tahun 1950 M, mengemukakan bahwa riset operasi merupakan aplikasi metode-metode, teknik-teknik dan peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul dalam operasi perusahaan dengan tujuan menemukan pemecahan yang optimal.

3. Miller dan M.K. Star mengartikan riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari sehingga dapat dipecahkan secara optimal.

4. OR Society of Great Britany mendefinisikan bahwa riset operasi adalah penerapan-penerapan metode ilmiah terhadap masalah-masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar manusia, mesin, bahan dan uang dalam industri, bisnis, pemerintah dan pertahanan.

5. OR Society of America mengartikan riset operasi berkaitan dengan memutuskan secara ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin yang terbaik dan biasanya membutuhkan alokasi sumber daya yang langka.

6. TL Satty menyebutkan bahwa riset operasi adalah seni memberikan jawaban buruk terhadap masalah dimana jawaban yang buruk diberikan.

7. SL Cook menyampaikan bahwa riset operasi merupakan suatu metode, pendekatan seperangkat teknik, sekelompok kegiatan, suatu kombinasi beberapa disiplin, suatu perluasan dari disiplin-disiplin utama (matematika, teknik, ekonom), suatu disiplin baru, suatu lapangan kerja, bahkan suatu agama.

8. Frederick Hillier mendefinisikan bahwa riset operasi adalah suatu pendekatan ilmiah kepada pengambilan keputusan yang meliputi operasi sistem-sistem organisasi.

9. Pangestu menjelaskan riset operasi berkaitan dengan pengambilan keputusan optimal dalam penyusunan model dari sistem-sistem baik deterministik maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata.

10. Bertrand menyebutkan bahwa riset operasi sebagai model kuantitatif dengan berkata : “Quantitative models are based on a set variables that very over specific domain, while quantitative and causal relationships have been defined between that variable”.

11. Aurther Clark menyampaikan bahwa riset operasi adalah seni dalam memenangkan perang tanpa harus bertempur.

12. J. Steinhardt menyebutkan bahwa riset operasi adalah riset dalam operasi.

Secara umum dapat diartikan bahwa riset operasi berkaitan dengan proses pengambilan keputusan yang optimal dalam penyusunan model dari sistem-sistem, baik deterministik maupun probabilistik, yang berasal dari kehidupan nyata.

C. Penerapan Riset Operasi


Sejalan dengan perkembangan dunia industri dan didukung dengan kemajuan di bidang komputer, riset operasi semakin banyak diterapkan di berbagai bidang untuk menangani masalah yang cukup kompleks.

1. Akuntansi dan Keuangan


a. Penentuan jumlah kelayakan kredit
b. Alokasi modal investasi dari berbagai alternatif
c. Peningkatan efektifitas akuntansi biaya
d. Penugasan tim audit secara efektif
e. Analisa Cash Flow, Investasi Portofolio
f. Perkreditan
g. Prosedur Klaim dan Komplain

2. Distribusi dan Pemasaran


a. Lokasi dan ukuran gudang, pusat distribusi dan pengeccer
b. Logistik dan sistem distribusi
c. Penentuan kombinasi produk terbaik berdasarkan permintaan pasar
d. Alokasi iklan di berbagai media
e. Penugasan tenaga penjual ke wilayah pemasaran secara efektif
f. Penempatan lokasi gudang untuk meminimumkan biaya distribusi
g. Evaluasi kekuatan pasar dari strategi pemasaran pesaing

3. Manajemen Kontruksi


a. Kebijakan pemeliharaan dan jumlah karyawan
b. Pengaturan proyek
c. Alokasi sumber daya

4. Operasi Produksi dan Eksplorasi


a. Penentuan bahan baku yang paling ekonomis untuk kebutuhan pelanggan

b. Meminimumkan persediaan atau inventori

c. Penyeimbangan jalur perakitan dengan berbagai jenis operasi

d. Strategi eksplorasi dan eksploitasi bahan mentah

e. Peningkatan kualitas operasi manufaktur

f. Kebijakan penggantian barang

D. Model-model dalam Riset Operasi


Dalam riset operasi dikenal beberapa bentuk model yang menggambarkan karakteristik dan bentuk sistem suatu permasalahan. Macam-macam model tersebut diantaranya:

1. Model ikonik


Merupakan tiruan fisik seperti bentuk aslinya dengan skala yang lebih kecil.

Contoh: Maket gedung, model automotif, dan model pesawat

2. Model analog


Merupakan model fisik tetapi tidak memiliki bentuk yang mirip dengan yang dimodelkan. Contoh: alat ukur termometer yang menunjukkan model tinggi rendahnya temperatur.

3. Model simbolik


Merupakan model yang menggunakan simbol-simbol (huruf, angka, bentuk, gambar dan lain-lain) yang menyajikan karakteristik dan properti dari suatu sistem. Contoh: Jaringan kerja (network diagram), diagram alir, flow chart.

4. Model matematik


Mencakup model-model yang mewakili situasi riil sebuah sistem yang berupa fungsi matematik.

E. Langkah-langkah Analisis


Dalam proses pemecahan masalah riset operasi, berikut langkah-langkah yang diperlukan:

1. Identifikasi masalah


Pada langkah ini terdapat tiga unsur utama yang harus diidentifikasi:

a. Fungsi tujuan

Penetapan tujuan untuk membantu mengarahkan upaya memenuhi tujuan yang akan dicapai

b. Fungsi batasan/kendala

Batasan-batasan yang mempengaruhi persoalan terhadap tujuan yang akan dicapai.

c. Variabel keputusan

Variabel-variabel yang mempengaruhi persoalan dalam pengambilan keputusan

2. Penyusunan model


Mengumpulkan data untuk menaksir besaran parameter yang berpengaruh terhadap persoalan yang dihadapi. Taksiran ini digunakan untuk membangun dan mengevaluasi model matematis dari persoalannya.

3. Analisa model


Dalam memformulasikan persoalan ini, ada tiga hal penting yang hasrus dilakukan, yaitu:

a. Melakukan analisis terhadap model yang telah disusun dan dipilih

b. Memilih hasil-hasil analisis yang terbaik (optimal)

c. Melakukan uji kepekaan dan analisis postoptimal terhadap hasil-hasil analisis model

4. Pengujian kebasahan model


Pengujian keabsahan model menyangkut penilaian terhadap model dengan cara mencocokkannya dengan keadaan data yang nyata, juga dalam rangka menguji dan mengesahkan asumsi-asumsi yang membentuk model tersebut secara struktural. Tahapan ini menentukan apakah model yang dibangun telah menggambarkan keadaan nyata secara akurat. Jika belum, perbaiki atau buat model baru

5. Implementasi hasil akhir


Hasil-hasil yang diperoleh berupa nilai-nilai yang akan dipakai dalam kriteria pengambilan keputusan merupakan hasil-hasil analisis yang kiranya dapat dipakai dalam perumusan strategi, target, langkah kebijakan guna disajikan kepada pengambil keputusan dalam bentuk alternatif-alternatif pilihan. Implementasi ini menerjemahkan hasil studi atau perhitungan ke dalam bahasa sehari-hari agar mudah dimengerti.

Alternatif keputusan yang tersedia tentunya alternatif yang menggunakan sumber daya terbatas yang dimiliki pengambil keputusan, dan juga merupakan aktifitas atau kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Sumber daya merupakan pengorbanan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sumber daya tersebut adalah ketersediaan terbatas, keterbatasan sumber daya, bisa dalam bentuk bahan baku, fasilitas produksi, tenaga kerja, modal, pangsa pasar, peraturan pemerintah, dan lain-lain.

F. Referensi


Aminudin, Prinsip-prinsip Riset Operasi, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2005

Parinduri I, Syafwan H, Teknik Riset Operasi Menggunakan POM QM for Windows, Deepublish, Yogyakarta, 2016

Murthy, PR, Operation Research, New Age International (P) Limited Publisher, New Delhi, 2007

Siang, JJ, Riset Operasi dalam Pendekatan Algoritmis, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2014

0 Response to "Pengertian Riset Operasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel