-->
J3vn7LjaLVt44mwdSEBHCcM3KfwTfocqV7h5cSq7

Inilah Akibat Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan

Mempunyai anak yang cerdas dan baik budi pekertinya adalah harapan setiap orang tua. Tentunya untuk memperoleh hal tersebut, tidak bisa dicapai dengan mudah. Perlu proses yang panjang, pengorbanan dan kesungguhan dalam mendidik anak menjadi sholeh.


Lalu bagaimana cara mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh?

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa mendidik anak bukan dimulai setelah anak lahir atau masa kanak-kanak, namun juga pendidikan anak dilakukan sejak dalam kandungan.

Saat anak masih dalam kandungan, terdapat hubungan yang kuat antara anak dengan ayah bundanya. Anak sangat sensitif merespon atas apa yang terjadi di sekitarnya. Oleh karena itu, agar respon yang diperoleh calon bayi adalah kebaikan, maka perbanyaklah melakukan amal sholeh. Sebisa mungkin jauhi sikap marah, menyakiti, perbuatan sia-sia atau bahkan melakukan perbuatan yang haram.

Thomas R. Verny, Ph.D dan Rene van de Carr, MD, psikiater dan pakar perkembangan anak, menyampaikan hasil risetnya bahwa, anak yang sudah terbiasa mendapat stimulasi saat masih dalam kandungan, kelak anak tersebut akan memiliki kemampuan visual, pendengaran dan ketrampilan berbahasa serta motorik yang lebih baik.

Cara Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan

Pendidikan anak dalam kandungan secara islami dapat ayah dan bunda lakukan dengan melakukan amalan sebagai berikut:

Perbanyak Membaca Al-Quran;

Banyak sekali keutamaan saat ayah dan bunda memperbanyak membaca Al-Quran. Dengan seringnya ayah dan bunda membaca Al-Quran, janin yang dikandung akan merespon dengan baik. Bahkan tidak sedikit para hafizh Quran yang bisa hafal 30 juz dalam usia yang relatif muda, bahkan masih kanak-kanak, dikarenakan sudah terbiasa dirangsang dan diberi stimulus bacaan Al-Quran sejak dalam kandungan.

Seringlah memanjatkan doa;

Senjata seorang mukmin adalah doa. Sudah sepatutnya lah kita berdo'a untuk kebaikan anak kita. Bahkan level Nabi pun selalu memanjatkan doa. Sebagaimana doa Nabi Ibrahim as, untuk kebaikan putra nya termaktub dalam Al-Quran sebagai berikut:



رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

robbi hab lii minash-shoolihiin
"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh."

(QS. As-Saffat 37: Ayat 100)



رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

robbij'alnii muqiimash-sholaati wa min zurriyyatii robbanaa wa taqobbal du'aaa`
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."

(QS. Ibrahim 14: Ayat 40)


Rutinkan dzikir pagi dan petang, dan juga dzikir setelah shalat;

Dzikir dan doa adalah tanda kepasrahan seorang hamba. Tidak ada daya dan upaya selain atas pertolongan Allah SWT. Dengan dzikir dan doa artinya memohon pertolongan dan kasih sayang Allah SWT, agar kita diberi kekuatan dan keteguhan hati dalam menjalani kehidupan di dunia.

Ayah dan bunda, manfaatkan kesempatan hamil bunda dengan memperbanyak dzikir agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga dengan merutinkan berdzikir kepada Allah SWT, menjadi sebab turunnya rahmat dan keberkahan bagi keluarga ayah bunda, dan menjadi jalan dimudahkannya proses kelahiran.

Dzikir yang bisa ayah bunda baca diantaranya dzikir pagi dan petang (al-ma'tsurat), dzikir ba'da shalat, dan juga ayat-ayat Al-Quran, seperti:

يُرِيْدُ اللّٰهُ بِکُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِکُمُ الْعُسْرَ ۖ
yuriidullohu bikumul-yusro wa laa yuriidu bikumul-'usro
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)

وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِه
wa maa tahmilu min unsaa wa laa tadho'u illaa bi'ilmih
"Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya."
(QS. Fatir 35: Ayat 11)

 اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَ رْضُ زِلْزَا لَهَا 
وَاَ خْرَجَتِ الْاَ رْضُ اَثْقَا لَهَا 
izaa zulzilatil-ardhu zilzaalahaa (1) wa akhrojatil-ardhu asqoolaha (2)
"Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,(1) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya (2)"
(QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 1-2)

Mengajak berbicara calon bayi dengan kalimat-kalimat terbaik, contohnya dengan kalimat thayyibah, tasbih, tahmid dan takbir.

Dengan banyaknya komunikas dengan janin dalam kandungan, terutama dengan kalimat-kalimat terbaik, akan merangsak otak janin menjadi cerdas, dan dengan seizin Allah SWT, menjadi bekal untuk menjadi anak sholeh sebagai investasi ayah dan bunda untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Related Posts
Ahfazh
Blogger

Related Posts

Posting Komentar